Qoulan~Sadida

Tulislah hal terbaik yang kau dengar. Hafalkan hal terbaik yang kau tulis. Bicaralah dengan hal terbaik yang kau hafal.
"Karena perkataan yang mulia adalah sedekah." [HR.Bukhari]

@zahrinanf : 20 yo muslimah, a mum, physician, Sp.OG, volunteer, hafidzah, and syahidah want to be~
Recent Tweets @zahrinanf
Subhanallah

frinholic:

infobdg:

Jangan pernah kepikiran buat GOLPUT. Kalau kamu GOLPUT 7,9 triliun uang negara terbuang sia-sia. Ayo ikut berpartisipasi untuk menentukan nasib negeri ini selama 5 tahun kedepan. Dengan pemimpin pilihan kamu. #bdg #bdgmoalgolput #pilpres #indonesia #bandung #infobdg

Kalau kamu GOLPUT 7,9 triliun uang negara terbuang sia-sia. Jangan Golput!

(via catatanbesarku)

catatanbesarku:

aishanosekai:

dear my future…

:’)

*ah iya. ini terinspirasi dari buku Prophetic Parenting.. :)

tunggu bunda ya zahra dan kafka :’3 masyaAllah..

(via tumblrlillah)

destinationjannah:

Day 7: 

I’ve never really been a news fanatic, never was one to scrounge through news sites or channels or newspapers. Most major updates came to me through reposted links, my parents, or friends. The news always has a way to put you down, to make your heart feel heavy. Just this Ramadan, every time I go on social media, I see more and more articles, more pictures of bombings in Gaza, bloody bodies, articles of oppression in China, and reminders of the hunger pains of those suffering in poor areas across the world.

When I reflect on the pain and oppression and turmoil across this dunya, I can’t help but feel overwhelmed at my blessings. How is it that there is someone across the world that had barely any food for suhoor and may not even have anything for iftar but Allah has blessed me a plate full of pakoras and samosas every night? How is that Allah blesses me to come home after taraweeh to a house that is secure, a neighborhood that is safe where as many children sleep in fear, not sure when another bombing will happen? How is that Allah blesses me to go to masajid that are secure where our taraweeh prayers are not timed, not limited, and we don’t have the fear of being kicked out? How is it that Allah has blessed me with a loving family and community but there is someone somewhere in the world that is lonely and no one to comfort them or be with them?

I see these as blessings but maybe just like my brothers and sisters across the world who are being tested in ways that I cannot imagine I could bear, maybe my blessings are my tests that I most likely am failing. My family around the world through their oppression, through their pain, through their starvation- inshAllah they are being elevated in Jannah especially during this blessed month. But am I only sinking myself deeper through complaints and ingratitude? I hope that in this month of change, may Allah grant us tongues that are constantly in a state of shukr, always counting His blessings. I pray that this month and for years to come, we remember the oppressed and broken hearted and worn out and hungry people in our sujoods and late night du’as.

I came across a beautiful du’a, its called the Ramadan Witr du’a, translated and done in spoken word format by Br Ammar AlShukry and his du’a for our family across the world was beautiful:

“Oh Allah free our prisoners and bring them back to their families safe and secure, heal our sick from all ailments, You alone are the one to cure, Oh Allah we seek your protection from being tested, and protection for our family in the land that you made blessed. Syria and Palestine, they are hungry so feed them, naked so clothe them, barefoot so carry them, terrified so console them, protect them from all directions as people of belief, replace them courage for their fear, exhilaration for their grief, have mercy on their deceased, protect their sons and daughters; give them swift victory and accept their martyrs. Have mercy on our family in Burma and the central African Republic, and remove from them oppression, remove from them their sadness, and punish those who oppress them, they have no state to support them, no Ummah behind them, no land to accept them, no one to carry them, it is them and you, Ya Rabb, you are their only supporter and their only hope, all avenues are shut for them except your door that doesn’t close, so be their greatest supporter and their greatest ally, oh Allah you are al-Lateef, be gentle with the ummah of Muhammad (sws). Have mercy for our family everywhere- Yomen, Somalia, Bangladesh, Afghanistan, Syria, Kashmir, Libya Pakistan, Iraq, Palestine, and Sudan- protect the ummah from the harm of those who would deceive it, put out the flames of fitnah in Egypt and bring their hearts back to You.” (Link to full du’a: https://www.youtube.com/watch?v=OoWeSZqwy-Y) 

Ameen ya Rab!

#RamadanReflections

MESKI HANYA DO’A! :”“

Can you feel the ramadhan wind? Where there’s blessing in every second on earth.. like Allah comes closer and wait for us in that every second..

—-♡—-

Di bulan Ramadhan nan mulia ini mari kita merevolusi mental kita, mulai dr pada yg terdekat sampai yg luas.
Di rumah misalnya, pasti ada mission im(possible), sesuatu yg slama ini ingin kt rubah tp blm jg terlaksana/blm berhasil. Dari hal kecil spt membereskan kamar sebersih2nya, berlatih slalu bersegera membereskan/membuang sampah stelah selesai, sampai bgmn slalu berlemah lembut pd keluarga kita. Dan yg lainnya.
Mk di Ramadhan ini, “just do it”, give it a try. Make change first.
Kalau kata Aa Gym,
“perubahan itu mulai dari diri sndr,
dr hal yg kecil,
&mulai dr sekarang.”

Kenapa?
Krn hanya dg bgitu, dg sedikit membuktikan bhw kt bisa berubah demi kebaikan, semoga kt benar2 jd pribadi yg siap ditempa olh Allah di kawah candradimuka tersebut Ramadhan ini.
Ingat ayat “Allah tdk akan merubah kondisi suatu kaum smpai kaum itu merubahnya sndr”?
Pdhl yg kt inginkan adlh menjadi pribadi yg bnr2 bertaqwa sampai setelah Ramadhan, kan?

Kapan terakhir kali kita meninggalkan sesuatu krn Allah?
Mengapa tak pernah lagi kita “hijrah” KARENA ALLAH?

Ya.. krn hanya dg begitu kita bisa benar2 berlatih utk berpuasa; menahan hawa nafsu, seperti nasihat Rasulullah SAW,
“Jika kamu berpuasa, maka puasakanlah pendengaran, penglihatanmu dari yg haram, dan jagalah lisanmu dari kedustaan. Hindari mengganggu tetangga. Jadikan diri anda orang yang berwibawa dan tenang selama puasa. Jangan jadikan suasana hari puasamu sama dengan hari ketika tidak puasa.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

Ramadhan ini harus beda!
Seakan itu pesannya, &memang itu semangatnya.
Itulah semangat recharge jiwa yg telah beberapa lama hanyut oleh gelombang ujian, ke timur-barat, dunia-akhirat.

—-♡—-

Maka mb scr pribadi juga mau minta maaf krn byknya kekurangan dlm berbagi & berinteraksi selama ini.

Mau menyampaikan ttg ini telat.
Mau menyusun jadwal Ramadhan brg2 jg tertunda. Afwan ya..

Wlw bgtu ikhtiar kita yg tak sempurna ini tetap hrs disyukuri.
Mari bersama menilai kembali, apa yg bisa kita rubah saat ini. Dari hal kecil saja.. mungkin kita bisa berkomitmen lg utk rutin berhalaqah.. yg disana bukan hanya utk sharing ilmu, tp jg keluarga utk saling menasehati-menguatkan agar sabar berada di pos2 dakwah kita masing2. Membuktikan dan membuktikan lg bhw kita masih di sini utk Islam!

Kedua, mari belajar jujur satu sama lain. Mb sndr percaya kejujuran itu adlh ramuan utama agar dimanapun, kapanpun, kondisi apapun kita bisa saling menumbuhkan.
Kalau selama ini mb msh menunggu2 saja sampai anti mau jujur, shg malah tampak tidak begitu peduli, maafkan ya.
Mb percaya anti, selalu percaya &berharap bisa membantu tiap kesulitan, bisa mendengar tiap cerita yg sedang terngiang di kepala anti, dg izin Allah.
Karena uhibbuki fillah.
Karena kita dipersaudarakan oleh Allah.

Ramadhan kali ini, yuk kosongkan gelas lagi :’)

—-♡—-

Ya Allah tolong kami, ilhamkan kami, rahmati kami agar bisa menjaga setiap detik teramat berharga di bulan mulia-Mu ini…
Aamiin

islamic-quotes:

Let’s get started!


Dua of seeing the new moon:

"O Allah, let this moon (month) pass over us with blessings, Iman, safety, and in the belief of Islam. Grant us the ability to act on the actions that You love and Pleases You. My Lord and Your Lord is Allah". [tirmithi-ahmad]

1. Ramadhan bln berkah, bln ibadah, bln maghfiroh, bln pelipatgandaan pahala, bln tarbiyah. Benarkah?

2. Ramadhan mnjadi tdk bermakna apa2 bila bnyk makan malam hari, senda gurau, maen mulu, petasan, tidur siang hari ..

3. Gagal ramadhan disebabkan kita tdk miliki visi-misi yg benar seperti yg disunnahkan ..

4. Visi Ramadhan adlh “persedikit makan/minum & perbanyak ibadah. Setuju?

5. Hanya dg sedikit makan & bnyk ibadah seluruh keutamaan Ramadhan akan tercapai & kita berhak dpt ampunan ..

6. Misi Ramadhan ada 10 poin. Pengen tahu?

7. Misi pertama: ta’khirussahur (mengakhirkan sahur). Sahur? Bkn makan malam or sarapan, sahur adlh terjaga di 1/3 akhir malam.

8. Sabda Rasul saw: “bangunlah pd waktu sahur, karena waktu sahur itu penuh berkah”

9. Pastikan setiap hari pd Ramadhan kita terjaga di waktu sahur u/ meraih berkah tdk sekedar makan/minum

10. Misi kdua; menyegerakan berbuka. Rasul bersabda: “ummatku senantiasa dlm kebaikan slama mereka menyegerakan berbuka puasa”

11. Sunnah bersegera berbuka sepertinya pasti dilaksanakan semua orang, tapi tahukan cara buka Rasulullah? Pasti tahu khan?

12. Beliau saw sll berbuka dg kurma 3butir trus minum air kemudian salat maghrib. Stlh maghrib? Beliau saw menanti salat isya.

13. Rasul berbuka tdk kayak kita berbuka; kurma, kolak, bakwan, & teh manis. Abis maghrib kita santap nasi dg brbg laukpauknya.

14. Seringkali kita jadikan antara maghrib&subuh sbg ajang makan/minum semata. Jelas ini tdk sesuai Sunnah Rasul.

15. Cara berbuka Rasul mensunnahkan kita u/ “memelihara” suasana lapar siang hari karena puasa pd malam hari.

16. Islam agama yg tdk merusak aplg mmbinasakan humanbeing kita, Islam agama mudah&memudahkan.

17. Sunnah berlapar2 pd malam hari dibarengi kehalalan makan minum (seperlunya) agar kita tetap sehat & kuat ibadah.

18. Ingat Visi #ramadhan33h: persedikit makan & perbanyak ibadah. Setuju?

19. Misi ketiga; qiyamullail. QL adlh rangkaian salat sunnah 2rakaat demi 2rakaat antara isya-subuh dg sekali witir ..

20. QL yg benar bkn diliat dari jumlah rakaat 8 or 20, tapi sbrp lama qiyam, ruku & sujud plus kekhusyuannya.

21. Slrh hadits ttg QL rasulullah hanya mnjelaskan bahwa QL beliau itu berlama2 saat qiyam, ruku&sujud serta betapa khusyu’ ..

22. Jml rakaat brp pun bkn mslh penting, yg penting adlh sifat QL rasulullah bisa kita laksanakan; lama&khusyu. Mau? #ramadhan33h

23. Berlebihan & berkenyang2 saat berbuka puasa sngt mengganggu kekhusyu’an dan kesanggupan berlama2 QiyamulLail ..

24. Pilihan QL sngt bnyk, silakan maksimalkan di rentang 9 jam antara isya-subuh di stiap malamnya

25. QL bisa di awal, tengah or akhir malam, boleh berjamaah or munfarid, yg penting sekali witir sblm tidur or jelang subuh ..

26. Pastikan tiap malam Ramadhan kita berQiyamulLail, karena QL adlh kembaran puasa. Puasa di siang & QL malam harinya. Slmt mencoba!

27. Misi keempat; tilawatul Quran. Ramadhan bln Quran! Rasulullah saw bersama Jibril as sll menkhatam Quran berkali2 setiap ramadhan ..

28. Yg penting baca! Blm lancar baca Quran segera belajar skrg juga! Yg sdh lancar, maka perbnyklah bacaannya min 1juz/hari.

29. Jgn tergoda dg; “ah yg penting faham bukan baca Quran!” Ketahuilah! baca adlh tuntutan & faham adlh tuntutan yg lain.

30. Jadikanlah hari2 & malam2 Ramadhan sbg hari&malam yg disenandungkan Quran dg ikhlas plus benar&baik bacaannya

31. Skali lg mmbaca Quran ibadah & mmahaminya pun ibadah. Jgn slh satu mengabaikan yg lain, amalkan keduanya.

32. Misi kelima: dzikir&do’a. Dzikir adlh simbol dekatnya hamba kpd sang Kholiq. Do’a simbol “connecting” antara keduanya.

33. Kedekatan hrs mewujud sikap hamba sll harap&takut kpd Allah dan sifat Allah yg rahman thd hambanya, itulah hakekat dzikr.

34. Keterhubungan adlh ketika hamba yg faqir sll memohon kpd Allah yg maha kaya melalui do’a tulus nan ikhlas.

35. Waktu do’a terbaik pd saat Ramadhan adlh saat jelang berbuka, tapi sebagian kita saat tsb justru sibuk dg hidangan berbuka! :(

36. Berdo’alah u/ diri, pasangan, keluarga, masyarakat & bangsa Indonesia di setiap jelang buka spanjang bln Ramadhan.

37. Kerja keras, cerdas & ikhlas yg diawali perencanaan matang serta diikuti evaluasi akurat mnjadi sempurna dg do’a ..

38. Misi keenam; zakat, infaq, shodaqoh & waqaf. Semuanya simbol berbagi dg sesama. Sejatinya Ramadhan adlh bln peduli & berbagi!!

39. Ramadhan tdk boleh menurunkan produktifitas! Ia mndongkraknya, ramadhan yg bervisi-misi mmbuat siapapun hidup dg efektifitas tinggi.

40. Spanjang Ramadhan activity sekunder & tersier pasti jarang&sulit dilakukan karena fokus pd amaliyah ramaddhan. Kita jadi hemat!

41. Hemat thd hal2 sekunder&tersier, sengaja makan sedikit, fokus ibadah mnjadikan rekening masih penuh, dompetpun masih tebal.

42. Maka shadaqah & wujud kepedulian&kedermawanan lain mnjadi mudah dibuktikan org bervisi-misi Ramadhan yg benar sesuai Sunnah Rasul.

43. Misi ketujuh; perbanyak amal sholih & ibadah sunnah lainnya. Yg dimaksud dg ‘lainnya’ adlh selain ibdh pd misi 1 s.d 6.

44. Tholabul ilmi dg baca buku islami, simak acara tv, radio, internet & socmed yg berkonten islami, hadir di majelis ilmu ..

45. Memastikan kehadiran diri pd salat berjama’ah, bakti pd ortu, jadi panitia ramadhan dan amal sholih lainnya hrs optimal.

46. Misi kedelapan; mninggalkan hal2 mubah yg tdk brmanfaat. Ramadhan saatnya kita serius, giat, sungguh2 & unjuk prestasi! Bkn santai!

47. Permainan monopoli, ulartangga, gaple, congklak, PS, petasan dan ngabuburit jauh lbh dominan dibanding amaliah ramadhan.

48. Konten acara TV yg tdk berakhlaq penuh dg lawak yg mengeksploitasi fisik bkn dialog cerdas mnambah daftar ketdkbermanfaatan.

49. Kerja produktif, unjuk prestasi, ulet, gigih, smart, sungguh2 & mmberi faidah kpd yg lain adlh keharusan spanjang Ramadhan.

50. Misi kesembilan; iktikaf. Definisinya adlh hadir di masjid dg niat taqorrub dan ibadah kpd Allah swt.

51. Iktikaf hrs di masjid jami’ yg buat jumatan. Smakin besar maka smakin afdol. Makanya masjidil Haram Mekah plg afdol u/ iktikaf.

52. Iktikaf sngt terbatas pd ruang & tdk terbatas pd waktu. Karena sunnah iktikaf spanjang taun, terutama ramadhan.

53. Sunnah iktikaf pd Ramadhan adlh di tiap harinya. Tapi yg paling afdol adlh di 10 hari terakhir siang dan malamnya pula.

54. Perempuan yg iktikaf hrs merhatiin hal2: suci, di masjid yg ada fasilitas iktikaf u/ muslimah & tdk ninggalin kwjbn utama.

55. Di tngh kesibukan beraktifitas sempatkan sesering mungkin hadir di masjid meskipun srg keluar masuk yg penting jaga niat.

56. Dg iktikaf. Jadikanlah masjid sbg tempat favorit u/ dikunjungi. & berbuatlah yg sesuai dg kesucian masjid bila di dlmnya.

57. Misi ke10; mencari Lailatul Qodar (LQ). Bila kita pd LQ terjaga & ibdh, berpahala stara dg ibdh siang malam slama 1000 bln.

58. Kpnkah LQ itu? LQ diperkirakan di malam ganjil di 10 hari terakhir ramadhan. Propabilitasnya malam 21, 23, 25, 27 & 29 ..

59. Ada pula riwayat bhw LQ itu malam2 ganjil pd 5 hari terakhir ramadhan, maka propabilitasnya malam 25, 27 & 29 ..

60. Malah bbrp shahabat, seperti ubay bin ka’ab, meyakini; “kayaknya” LQ itu malam 27 setiap ramadhan ..

61. Bagi yg amat sibuk carilah LQ pd 3 mlm ganjil t’akhir (25,27,29) & bg muslim “seperlunya” pastikan mlm 27 manteng nyari LQ.

62. Urgensi LailatulQodar lbh pd dimensi waktu yaitu ‘lailat’/’malam’. Berbeda dg iktikaf yg lbh pd dimensi ruang; masjid..

63. Berarti siapapun dan dimanapun ia berada bisa mncari LQ pd waktu yg diperkirakan yaitu malam2 ganjil di 10 mlm terakhir.

64. Bgmn nyari LQ itu? Gampang bgt! Cuma terjaga spanjang mlm yg dperkirakan s.d fajar sambil trus ibdh apa sj yg bisa&mungkin.

65. Ana ucapkan jazakumullah kpd siapa sj yg me-RT, yg meringkas & mmbroadcastnya di BBM, milis & socmed lainnya ..

66. Bagi yg mau koreksi, nambahin atau istifsar (nanya lbh lanjut) sngt dipersilakan, mohon maaf bila ada hal yg tdk berkenan.

aafreenfaiz:

Abu Umaamah (R.A.) said: I said: ‘O Messenger of Allah (saw), tell me of an action by which I may enter Paradise’. He said: ‘Take to Fasting, there is nothing like it.’ [Imam Nasai’, Ibn Hibbaan, Al-Haakim, Saheeh]

And so with His Love. Endless Love. Eternal Love.

(via abuhanifah)

anotherbengali:

Omar Suleiman

anotherbengali:

Omar Suleiman

(via abuhanifah)

Time, Love, Praise and Encouragement in Relations…:
If the family goes well, the society will be ok. Reminding us basically.
Watch this and listen! May Allah strenghten (me) us..