Qoulan~Sadida

Tulislah hal terbaik yang kau dengar. Hafalkan hal terbaik yang kau tulis. Bicaralah dengan hal terbaik yang kau hafal.
"Karena perkataan yang mulia adalah sedekah." [HR.Bukhari]

@zahrinanf : 20 yo muslimah, a mum, physician, Sp.OG, volunteer, hafidzah, and syahidah want to be~
Recent Tweets @zahrinanf
Subhanallah

Ditulis kembali dari jurnalku tanggal 11 Juni 2014 (pasca CBT 2.6), pada 26 Juli 2014 (H-2 Idul Fitri).

image

ALLAH mengaruniaiku sembilan orang teman super di kelompok tutorial  4 Pendidikan Dokter UGM ‘12, kelompok yang kusebut Fantastic 4, unofficially. Alasan kami alhamdulillah bisa klop adalah karena kelompok kami terdiri dari orang-orang kalem/rajin/alim maupun orang-orang asyik yang easy going, gampang adaptasi (not to mention specific names :p), jadi pertama-tama kami satu sama lain tidak sampai merasa ‘beda dunia’ lah. Kedua, karena aku sendiri sudah banyak belajar dari 17squad (kelompok tahun pertama) —dimana mereka bertemu aku yang masih idealis, self-centered and a bit egoist- sehingga saat itu banyak kritik yang masuk padaku. Sampai-sampai rasa kesepian di kehidupan kampus saat itu sempat membuatku krisis karakter (apasih), self efficacy menurun drastis. Yah, mungkin ceritanya lebih kompleks lagi sampai semua berubah lagi di tahun kedua ini. I’ve said once to fantastic 4, that I am not the same me yesterday. Bahwa inilah yang akhirnya aku dapatkan di hidupku yang berubah untuk kesekian kalinya; tentang mereka, dari mereka, untuk mereka kembali.

The Chronicle of Fantastic 4

Kita belum pernah ngadain forum saling terbuka, saling memberi kesan-pesan, ya? Karena itu di bawah ini teman-teman, izinkan aku untuk jujur dan menyampaikan surat terbuka ini pada masing-masing kalian. Tapi namanya kesan pesan, ini tetaplah anggapanku semata. Maka semoga bisa diambil manfaatnya jika membangun, dimaklumi jika sok tahu, dimaafkan kalau banyak salah kata, dan jangan diambil hati kalau ternyata ada yang menyinggung. Oke?

Oh ya, serta jangan lupa dibalas kesan pesan untukku jika berkenan.^^

"Kalian adalah kehangatan yang kembali mengajarkanku..

Karakter dan visi-visi luar biasa yang menyadarkanku..”

Nurhikmah Azizah. (Iik)

Atau yang bangga dipanggil ‘Iik’. Akhwat yang sangat perhatian pada siapapun, ringan tangan (hobi banget tiba-tiba nraktir), amat tulus, ekspresif, heboh (temen heboh Helen, ngakunya karena sama-sama kelahiran ‘95), dan cukup sensitif. Karena sensitifitasnya itu kadang ia suka meluap-luap dan jadi cukup sering ‘defense mode’. Tapi itu berarti dia orang yang sangat kuat. Maksudku, ketemu orang yang sensitif tapi masih selalu bisa memberi lebih itu..amazing. Apalagi bagiku, yang sedikit-sedikit tahu tentang latar belakang keluarga atau masa lalunya.

Ok, tentang ringan tangan dan perhatiannya ya. Kalau lihat hal kecil saja yang mengganggu, dia akan dengan caranya mengubahnya; dengar hal kecil yang dibutuhkan, dia sempat saja membeli/mengambilkannya.

Dia tipe perempuan yang ‘mending waktu dandan dipersingkat daripada ngecewain yang lagi nunggu’ (:p), selalu lebih perhatian sama orang lain daripada dirinya sendiri, mudah mengalah (*darinya aku belajar bahwa orang sensitif memang biasanya lebih empati ya.. walau mungkin outputnya dua; jadi anti mengecewakan orang dan atau lebih nuntut karena tambah nggak pingin dikecewakan) —walaupun ya pikirannya bergulat dulu kalau ada yang belum masuk logika atau dia belum setuju; dan ini yang sering jadi bahan ‘cerewetnya’ sampai kadang buru-buru menyimpulkan padahal belum baca sampai titik. Hehe.

Nah, karena sifat-sifat barusan, dia termasuk bully-able (#eh), terutama oleh Ngeni, kembarannya. Hohoho. *Dan aku hanya nulis*

Penyuka KOPI, kucing, pizza, temanku dalam memelihara mata panda ini punya cita-cita lain, selain dokter spesialis anak, yakni jadi pengusaha besar. Jadi muslimah macam Khadijah radhiyallahu ‘anha (aamiin), jadi muslimah yang lebih berilmu dan taat, dan tentu membahagiakan orangtua (dia sangat menyayangi ibunya!) Aamiin.

Aku kagum sekali sama Iik; tiap bareng Iik kadang aku merasa rendah karena memikirkan diri sendiri; seringnya Iik bisa jadi cermin ketika ego ini kembali memuncak (misal lagi pingin belajar sendiri terus, bareng orang pinter aja terus, dll). Bagiku sekali lagi, sikapmu yang panikan, masih belum bisa tahan untuk tidak sering mengeluh, dan fisiologi tubuhmu yang kadang harus jadi suspek (hipertiroid, osteoartritis, DM, dll), itu semua tak masalah karena banyaknya hal pahit lain yang mungkin harus kau telan, bahwa Iik sudah cukup kuat. Bahkan untuk sekarang, itu sudah lebih dari perlu untuk dipertahankan: ketulusanmu (sebelum langkah-langkah menyucikan diri justru kadang bisa mengikisnya ketika kita tak hati-hati pada tiupan debu kesombongan, riya’, dsb T.T).

Walau begitu, aku percaya Iik bisa lebih kuat lagi..dalam melawan hawa nafsu, hijrah lebih jauh dari kejahiliahan, dan semua yang pelajaran hidup dari Allah khusus untuk Iik yang akan mendewasakanmu kelak insyaaAllah.

Maaf ya Ik, karena terlalu kebal dikecewakan aku jadi suka tidak sadar juga kalau sudah ngecewain orang lain. Alasanku dulu, “ya emang yang nggak bisa jadi PHP itu cuma Allah, salah kalau nggak berharap hanya pada Allah.” Apa banget kan? T.T *Ya walaupun nggak seekstrim Sherlock yang bilang “All lives end, all hearts are broken, caring is not an advantage.” Hehehe. Karena tentu kita tak boleh lupa memperhatikan adab.

Semangat Ik~

Parangeni Muhammad Lubis. (Ngeni)

Ini makhluk mana ya? Kayaknya yang biasa ada di lab mikrobiologi ya? Haha

*Serius, ya cuma orang kok bukan bakteri. Dia sering dimirip-miripin sama dosen sih. *maaf Ngen~ aku berani nge-bully nya lewat sini :p

Kenapa Ngeni duluan nih deskripsinya? Supaya nggak jauh-jauh sama kembaran dong.. Haha. (Kenapa gue jadi provokatif gini?)

Yang benar, dia ikhwan asal Tangerang, logat Betawi masih kental, dulunya anak pondok yang lanjut ke IC. Juara olim biologi, makanya dasar biologi molekuler yang ternyata sangat bermanfaat sampai tingkat klinis-nya kuat.

Orangnya.. Kocak, responsif (hobi ngomentarin orang), dan bullying banget. Tapi gini-gini dia hafidz Qur’an lhoh T.T *mupeng.

Di satu sisi dia juga orang yang pemikir, penurut, dan aktif banget; dari ngajar TPA, takmir masjid, sampai author di sebuah page kesehatan muslim. Terusnya, sering bisa ngelihat dia sibuk sama Qur’an kecilnya. Harus lah ya muroja’ah meski di sela-sela waktu (noh, Zah).

Kenapa coba kita nggak mau ikut memprioritaskan Qur’an juga? Manfaatnya terbukti banyak banget. Be our guidance coz we’re facing simple-til-complicated life choices everyday. Termasuk si Ngeni yang mengalami peningkatan pembentukan memori di otak, ‘Long Term Action’ dari impuls syarafnya jadi lebih terlatih. (ini hipotesisku, note ya hehe)

Dia juga sering lebih memprioritaskan agenda-agenda dakwah itu daripada yang lain. Makanya kalau aku kadang merasa ‘kurang beruntung’ karena sibuk yang lain, sosoknya lumayan menghibur. Cieh. Haha. Semangat Ngen!

Fatimah Ayu Nuraeni. (Imah)

Imago~ Akhwat satu ini Jogja tulen; halus, sopan, cantik berkacamata. Tapi Ima sedikit misterius, tipe pemendam atau at least tak banyak bicara. Karena kalau lagi sempat ngobrol, dia bisa cerita macem-macem juga.

Gini-gini Ima atlet Perisai Diri UGM lho~ Dan mungkin diantara kami dia yang paling rutin olahraga. Seringnya kalau ditanya, “habis ini kemana Ma?”, jawabnya ke Gelanggang untuk latihan lah, kumpul lah, jogging lah, jualan lah (eh nggak ding yang terakhir).

Ima termasuk orang sibuk yang punya banyak dunia lain (?), makanya mungkin belum bisa (sementara berusaha) mendominasi waktu dengan belajar. Walau begitu, dia orang yang jarang sekali mengeluh.

Selain suka bereksperimen, tantangan apa pun di depan dia embat. Exchange ke Thailand kemarin contohnya, sayang pulang-pulang telat ikut seleksi ppsdms NF (gapapa Ma, tetap yang terbaik insyaaAllah). Sosok yang membuatnya sekuat itu, kurasa, Ibu-nya. Yang juga menginspirasinya untuk cepat berkeluarga sepertinya (eeeeh maaf Ma, tapi ini doa lho. Hehehe). Iya, dia pasti jadi istri yang shalihah. Aamiin. #apasih

Ima, harus maju terus ya. Yang penting jangan berhenti mencoba. Aku kagum sama kegigihanmu itu. Maafkan karena belakangan tidak bisa banyak menemani dan membantumu.

Aku percaya Ima bisa!

Oiya, ayo lebih sering ikut kajian bareng 0:)

Agung Purwanto. (Agung)

Yeah… atlet jari kebanggan kami. Jari? Jawara DOTA dan games lainnya. Hohoho. Pasti IQ-nya tinggi deh ;)

Asalnya Jakarta, keturunan chinese juga. Anaknya juga misterius, tidak terlalu banyak bicara, cuma kalau udah bicara bisa lebih terbuka, selain itu suka bawa cerita-cerita unik atau ajaib dari berbagai dimensi (?) hoho. Manusia yang penuh pengalaman, walau gitu selow banget orangnya, dan mandiri.

Sebenarnya bisa banget kalau mau menggali lebih banyak ilmu dari dia (soalnya baru mau cerita kalau ditanya), Agung asik kalau diajak ngobrol. Sayangnya waktunya terbatas, hiks.

Gung, semangat ya Gung.

Pasti ada cewek baik-baik yang memang tulang rusukmu kok (hah gw nggak punya bahasa yang lebih santai ya). Cieh. Maksudku, jangan terus-terusan jadi temen galaunya Frans, nanti ketularan akutnya, wkwkwk. *Duh maafkan banyak kesalahanku.

Oiya, ehm, sebagai kawan aku akan merasa bersalah kalau tidak menyampaikan kebaikan ini padamu: Ehm, kamu harus rajin shalat ya Gung. Coba belajar lagi saja ilmunya tentang itu lalu laksanakan dengan kesadaran.

Memilih itu memang hak kita, kebebasan kita. Mungkin sekarang bisa fine aja, karena memang Allah selalu siapkan jalan keluar buat apapun masalah kita. Tapi justru itu, bayangin kalau kita bersyukur, menunaikan kewajiban, karunia Allah pasti lebih besar lagi. Rasanya akan jauh lebih hebat dari sekedar ‘fine’; all will makes sense, believe me! Hehe 0:)

Aku percaya kok Agung pasti bisa, pasti kuat, pasti menang. You deserve and you actually own more, folks! Semangat~

Amri Adhiyatma. (Amri)

Cowok yang paling terlihat dewasa, tanggung jawab, dan lurus-lurus aja. Hehee

Bisa banget ngontrol diri ditengah kehebohan kami *apa mungkin karena hatinya sudah tersibukkan di tempat lain ya? Wetsah. Semoga segera digenapkan dengan cara yang lebih baik ya, Mri. Hehehe 0:)

Pak ketua kami yang satu ini baunya kadaver lho (ngeri banget), maksudnya alhamdulillah dia udah lolos jadi asdos anatomi buat adek-adek di tahun ketiga kami nanti. Hapalannya emang keren. Anak cowok hapalannya keren-keren ya :’)

Yaudah aku harus komen apalagi ya. Apa aku boleh menuntut supaya lebih terbuka lagi? Soalnya belum pernah denger tentang cita-cita atau visimu Mri. Tapi kayaknya Amri tipe yang tinggal pasang seatbelt lalu melaju deh~

Lebih sering sharing ilmu lagi ok? Semangat terus Amri… Tebarkan aura kalem-mu; lebih rajin lagi, ibadahnya juga.

Helena Parisianne Irianto. (Helena)

Helen~ anak terheboh kelompok kami. Suka jalan-jalan, makan, dan TIDUR! Karena masih dalam masa pertumbuhan ya Helen ya, hihi

Orangnya telaten sebenarnya, tanggap, cekatan —iyadong, makanya alhamdulillah bisa jadi mbak asma (asisten mahasiswa skills lab), dan jangan lupa, bendahara HSC 2012. Aktif juga di banyak organisasi maupun event KM FK. Pokoknya dia kalau udah ada niat pasti bisa deh. Aku juga kagum sama Helen yang bisa tegas, terbuka, super jujur apa adanya. Mantap kalau dipimpin tutorial sama Helen, apalagi kalau dapat kritik :p (sangat membangun kok tapi ;) Walau di sisi lain karakternya khas anak bungsu yang suka anak kecil, jadinya bully-able as Pororo ^^; di sisi lainnya lagi bisa jelas ekspresi dan sikapnya tentang suka/tidak suka.

Helen keep going yaa. Makasih banyak ilmunya dari Helen yang nggak pernah pelit ngajarin. Kamu pemegang prinsip yang baik, selalu mau jadi diri sendiri, tapi aku tahu kamu bisa lebih keren lagi dengan makin memadukan diri dengan prinsip-prinsip terbaik yang Allah ajarkan lewat Islam, yuk sama-sama belajar 0:) Hope you’ll always be showered by His mercy~ aamiin. Shalat di awal waktu jangan lupa! ^^

Claudia Priska. (Priska)

Cewek paling rajin di kelompok. Serba persiapan matang. Kereen. Jago nyanyi lagi. Go go Prisky~

Pembawaannya halus, santun, malu-malu; kadang kalau bingung sampai lama dipikir sendiri dulu *ya kerennya tapi bisa langsung dikonfirmasi lagi.

Cewek asal Samarinda ini sebenernya agak misterius menurutku, tapi karena di kampus fokusnya ya belajar, kerjaan dia ringan tangan ngobrol bantu menjelaskan dll. Mungkin saranku kalau ada apa-apa diungkapin aja dengan lebih terbuka Pris. If you don’t share your problems, you don’t give the ones who love you enough chances for showing their loves to you.

Semangat terus ya Pris~ you’re one of my fav HSC author. Kamu pasti bisa manage waktu dan dirimu lebih baik lagi, sambil tetap menikmati banyak hal, mencari-cari apa yang bisa dibagi, oh…indahnya berbagi 0:)

Fransiskus Rajagukguk. (Frans)

Gatau lagi gimana cara menuliskan kisah tentang cowok nan unik satu ini…

Dari namanya dulu deh, dia dulu suka dengan bangga memperkenalkan diri sebagi “Siskus”, dikiranya itu lucu (tapi kalau bukan lucu terus apa?). Panggilan uniknya lagi “Sap-sap”. Sebenarnya maksud kami mau menyemangatimu untuk berlatih mencairkan logat Sumatera-mu supaya lancar ngindo lalu njawi (is that possible? Give it a try, Frans!) ya nggak teman-teman? Hehehe

Keunikannya yang lain, kepalanya itu selalu dipenuhi pertanyaan-pertanyaan out of the box yang dengan pede nan tinggi langsung aja dia tanyakan di auditorium berisi ratusan orang. Pedenya juga tercermin di kebiasaannya ngemodusin orang. Bahkan kami bersembilan (cowok cewek) sudah sering jadi tempat latihan modus-modusnya itu. Cerita-cerita lucu tentang ini takkan ada habisnya kalau diceritakan. Hehehe

Tuh Frans, kamu kan pede..jadi dirimu sendiri aja. Kenapa nggak kamu yakin kalau asalkan kamu jadi orang baik, cewek baik itu juga suatu saat akan datang? Saranku aja sih ini Frans.. Lebih tulus saja ketika memberi perhatian. Tulus sebagai teman, atau yaudah tulus juga sebagai pengagum rahasia (uhukk), biar tulus itu yang akan bikin kau puas, biar tulus itu yang dirasakan seseorang itu sehingga dia yakin sama baiknya dirimu untuknya. Itu kok dasarnya cinta. Nggak boleh cuma umbar-umbar kesenangan yang kau rasa atau keinginan yang terbersit di kepala kau. Olah dulu lah jadi niat baik. *Huahaha, iya harusnya aku santai aja kan? Tetap ada lah keseriusan kau itu. Yaudah it’s up to you, semoga sukses aja Frans :) Semangat belajarnya, salurkan di banyak hal bermanfaat lainnya aja semangat kau itu.

Firdaus Attaqy Subagyo. (Oki)

Wah, kalau tentang teman kami yang satu ini… one exact word, perhaps; advanced.

Dia yang paling luas wawasannya, paling sudah menghabiskan hari-hari dengan textbooks dsb sepertinya. Paling hapal obat, paling tahu nama-nama sampai gelar para dokter, paling siap lah. Hehe.

Aku dari awal juga terheran, gimana bisa ada orang yang seakan tak ada tabir penghalang apapun antara dirinya sama yang namanya belajar? Dan kedokteran? He’s into it.

Maybe because he’s so determined. Being an internist someday, aamiin.

Dengan excitement-nya itu, dia selalu berhasil menjelaskan secara sistematis, ditambah dia cukup bijaksana dan dewasa dalam mengambil keputusan; bahkan terlihat ketika sedang diskusi mengenai perjalanan penyakit (aka clinical reasoning).

Tapi alumnus As-Salam Solo asli Wonosobo ini satu-satunya yang belum punya Line btw. Mungkin kalau punya sudah lebih sering kami repotkan sama pertanyaan-pertanyaan dari materi yang belum dipahami. Karakter lainnya yang menonjol ya rajin *bukan deadliners seperti kami*, nggak mau repot, and a bit perfectionist ya Ki? Well that’s very ok..know that it’ll be worth it.

Karena itu sedikit banyak aku bercermin padanya dalam hal belajar.. Bahwa, “Zah, kamu juga mestinya bisa punya dedikasi lebih seperti ini… at least kalau nggak mau jadi koas gagap…” haha. Yah, walaupun, masing-masing kita ada hal-hal yang tidak bisa didikotomikan, kewajiban-kewajiban yang tak bisa ditabrakkan; maka yang kita butuhkan memang going the extra miles! Semangaaat

Aku selalu bisa menikmati diskusi bareng Oki, nyambung nggak nyambung (haha), tapi itu memberi semangat dan pacuan untuk belajar lebih lagi. Oya kayaknya nggak cuma aku yang kapan-kapan pingin dikasih tips-tips belajar ala Oki. Hehe.

Maafkan ya karena belum bisa banyak membantumu sebagai teman dan justru sering merepotkan.. Semangat karena Allah, Oki.. SemangKA!

Zahrin Afina Nurul Fadhilah. (Zahrin)

…..

(silahkan siapapun yang mau ngisi di komen:)

 image

Tulisan ini tentu tak bisa menggambarkan cerita menyenangkan setahun ini ya teman-teman, di kampus FK UGM tercinta maupun universitas kehidupan kita :)

Maaf judulnya pun jadi nggak cocok, karena ini bukan ‘chronicle’ atau cerita kronologis tentang kita sungguhan.

Alhamdulillah,

Aku menuliskan ini sungguh hanya sebagai sebentuk kecil syukur, karena aku percaya pertemuan sesingkat apapun; pertemuanku dengan Iik, aku-Imah, aku-Helen, aku-Priska, aku-Oki, aku-Ngeni, aku-Amri, aku-Frans, aku-Agung—pasti ada artinya.

Walaupun, aku yang masih suka sombong, plin-plan, masih aja egois dan sok sibuk ini ragu sudah memberikan apa-apa yang seharusnya seorang teman berikan—apalagi sebagai saudara dalam iman. Termasuk tingkah lakuku akhir-akhir ini-di momen kampanye- kalau tidak berkenan di hati, huhuu.

Bahwa harusnya dengan siapapun kita bisa jadi pribadi yang saling menumbuhkan. Menjadi padi yang semakin berisi semakin merunduk, atau menjadi pohon mangga/jeruk/apel yang bersamaan dengan serabut akarnya menancap kuat, merambah luas, makin kokoh menjulang batangnya, rimbun meneduhkan daunnya, banyak dan manis buahnya, bahkan membalas buah segar tersebut ketika dilempar batu, bahkan bisa jadi inspirasi ketika buahnya itu jatuh karena gravitasi ke tanah, lama-lama busuk pun jadi pupuk, dan tak lupa bahkan dalam diam dan sedikit geraknya —dengan bahasanya- selalu bertasbih pada Allah. Aih… MasyaaAllah.

Maka, bersamaan dengan akan berakhirnya Ramadhan 1435 H ini, bersamaan dengan harapan kembali bersih di hari Fitri besok..  Aku minta maaf lahir dan batin ya teman-teman. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga kita bisa jadi seorang yang sukses dunia-akhirat seperti itu ya. Aamiin.

Terima kasih banyak sudah membersamai dan membimbingku setahun ini. Semoga seterusnya juga walau di kesempatan yang tak sebanyak dulu ya.. Sampai kita masing-masing jadi dokter profesional yang tulus bermanfaat untuk sesama pun, jangan lupa untuk saling mendoakan, mendukung, dan menasehati. Serunya nanti punya teman-teman sejawat macam kalian, insyaaAllah :’D

Best regards,

Yang mencintai kalian karena Allah yang kuharap kan senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya untuk kita semua.

"Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering." (HR. At-Tirmidzi)

image

Oneday at Lab Pharmacologyimage

image

Syukuran di WS buat Helena keterima asma.

image

We were blue.

image

And we were red.

Selamat Idul Fitri 1435 H!

frinholic:

infobdg:

Jangan pernah kepikiran buat GOLPUT. Kalau kamu GOLPUT 7,9 triliun uang negara terbuang sia-sia. Ayo ikut berpartisipasi untuk menentukan nasib negeri ini selama 5 tahun kedepan. Dengan pemimpin pilihan kamu. #bdg #bdgmoalgolput #pilpres #indonesia #bandung #infobdg

Kalau kamu GOLPUT 7,9 triliun uang negara terbuang sia-sia. Jangan Golput!

(via catatanbesarku)

catatanbesarku:

aishanosekai:

dear my future…

:’)

*ah iya. ini terinspirasi dari buku Prophetic Parenting.. :)

tunggu bunda ya zahra dan kafka :’3 masyaAllah..

(via tumblrlillah)

destinationjannah:

Day 7: 

I’ve never really been a news fanatic, never was one to scrounge through news sites or channels or newspapers. Most major updates came to me through reposted links, my parents, or friends. The news always has a way to put you down, to make your heart feel heavy. Just this Ramadan, every time I go on social media, I see more and more articles, more pictures of bombings in Gaza, bloody bodies, articles of oppression in China, and reminders of the hunger pains of those suffering in poor areas across the world.

When I reflect on the pain and oppression and turmoil across this dunya, I can’t help but feel overwhelmed at my blessings. How is it that there is someone across the world that had barely any food for suhoor and may not even have anything for iftar but Allah has blessed me a plate full of pakoras and samosas every night? How is that Allah blesses me to come home after taraweeh to a house that is secure, a neighborhood that is safe where as many children sleep in fear, not sure when another bombing will happen? How is that Allah blesses me to go to masajid that are secure where our taraweeh prayers are not timed, not limited, and we don’t have the fear of being kicked out? How is it that Allah has blessed me with a loving family and community but there is someone somewhere in the world that is lonely and no one to comfort them or be with them?

I see these as blessings but maybe just like my brothers and sisters across the world who are being tested in ways that I cannot imagine I could bear, maybe my blessings are my tests that I most likely am failing. My family around the world through their oppression, through their pain, through their starvation- inshAllah they are being elevated in Jannah especially during this blessed month. But am I only sinking myself deeper through complaints and ingratitude? I hope that in this month of change, may Allah grant us tongues that are constantly in a state of shukr, always counting His blessings. I pray that this month and for years to come, we remember the oppressed and broken hearted and worn out and hungry people in our sujoods and late night du’as.

I came across a beautiful du’a, its called the Ramadan Witr du’a, translated and done in spoken word format by Br Ammar AlShukry and his du’a for our family across the world was beautiful:

“Oh Allah free our prisoners and bring them back to their families safe and secure, heal our sick from all ailments, You alone are the one to cure, Oh Allah we seek your protection from being tested, and protection for our family in the land that you made blessed. Syria and Palestine, they are hungry so feed them, naked so clothe them, barefoot so carry them, terrified so console them, protect them from all directions as people of belief, replace them courage for their fear, exhilaration for their grief, have mercy on their deceased, protect their sons and daughters; give them swift victory and accept their martyrs. Have mercy on our family in Burma and the central African Republic, and remove from them oppression, remove from them their sadness, and punish those who oppress them, they have no state to support them, no Ummah behind them, no land to accept them, no one to carry them, it is them and you, Ya Rabb, you are their only supporter and their only hope, all avenues are shut for them except your door that doesn’t close, so be their greatest supporter and their greatest ally, oh Allah you are al-Lateef, be gentle with the ummah of Muhammad (sws). Have mercy for our family everywhere- Yomen, Somalia, Bangladesh, Afghanistan, Syria, Kashmir, Libya Pakistan, Iraq, Palestine, and Sudan- protect the ummah from the harm of those who would deceive it, put out the flames of fitnah in Egypt and bring their hearts back to You.” (Link to full du’a: https://www.youtube.com/watch?v=OoWeSZqwy-Y) 

Ameen ya Rab!

#RamadanReflections

MESKI HANYA DO’A! :”“

Can you feel the ramadhan wind? Where there’s blessing in every second on earth.. like Allah comes closer and wait for us in that every second..

—-♡—-

Di bulan Ramadhan nan mulia ini mari kita merevolusi mental kita, mulai dr pada yg terdekat sampai yg luas.
Di rumah misalnya, pasti ada mission im(possible), sesuatu yg slama ini ingin kt rubah tp blm jg terlaksana/blm berhasil. Dari hal kecil spt membereskan kamar sebersih2nya, berlatih slalu bersegera membereskan/membuang sampah stelah selesai, sampai bgmn slalu berlemah lembut pd keluarga kita. Dan yg lainnya.
Mk di Ramadhan ini, “just do it”, give it a try. Make change first.
Kalau kata Aa Gym,
“perubahan itu mulai dari diri sndr,
dr hal yg kecil,
&mulai dr sekarang.”

Kenapa?
Krn hanya dg bgitu, dg sedikit membuktikan bhw kt bisa berubah demi kebaikan, semoga kt benar2 jd pribadi yg siap ditempa olh Allah di kawah candradimuka tersebut Ramadhan ini.
Ingat ayat “Allah tdk akan merubah kondisi suatu kaum smpai kaum itu merubahnya sndr”?
Pdhl yg kt inginkan adlh menjadi pribadi yg bnr2 bertaqwa sampai setelah Ramadhan, kan?

Kapan terakhir kali kita meninggalkan sesuatu krn Allah?
Mengapa tak pernah lagi kita “hijrah” KARENA ALLAH?

Ya.. krn hanya dg begitu kita bisa benar2 berlatih utk berpuasa; menahan hawa nafsu, seperti nasihat Rasulullah SAW,
“Jika kamu berpuasa, maka puasakanlah pendengaran, penglihatanmu dari yg haram, dan jagalah lisanmu dari kedustaan. Hindari mengganggu tetangga. Jadikan diri anda orang yang berwibawa dan tenang selama puasa. Jangan jadikan suasana hari puasamu sama dengan hari ketika tidak puasa.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

Ramadhan ini harus beda!
Seakan itu pesannya, &memang itu semangatnya.
Itulah semangat recharge jiwa yg telah beberapa lama hanyut oleh gelombang ujian, ke timur-barat, dunia-akhirat.

—-♡—-

Maka mb scr pribadi juga mau minta maaf krn byknya kekurangan dlm berbagi & berinteraksi selama ini.

Mau menyampaikan ttg ini telat.
Mau menyusun jadwal Ramadhan brg2 jg tertunda. Afwan ya..

Wlw bgtu ikhtiar kita yg tak sempurna ini tetap hrs disyukuri.
Mari bersama menilai kembali, apa yg bisa kita rubah saat ini. Dari hal kecil saja.. mungkin kita bisa berkomitmen lg utk rutin berhalaqah.. yg disana bukan hanya utk sharing ilmu, tp jg keluarga utk saling menasehati-menguatkan agar sabar berada di pos2 dakwah kita masing2. Membuktikan dan membuktikan lg bhw kita masih di sini utk Islam!

Kedua, mari belajar jujur satu sama lain. Mb sndr percaya kejujuran itu adlh ramuan utama agar dimanapun, kapanpun, kondisi apapun kita bisa saling menumbuhkan.
Kalau selama ini mb msh menunggu2 saja sampai anti mau jujur, shg malah tampak tidak begitu peduli, maafkan ya.
Mb percaya anti, selalu percaya &berharap bisa membantu tiap kesulitan, bisa mendengar tiap cerita yg sedang terngiang di kepala anti, dg izin Allah.
Karena uhibbuki fillah.
Karena kita dipersaudarakan oleh Allah.

Ramadhan kali ini, yuk kosongkan gelas lagi :’)

—-♡—-

Ya Allah tolong kami, ilhamkan kami, rahmati kami agar bisa menjaga setiap detik teramat berharga di bulan mulia-Mu ini…
Aamiin

islamic-quotes:

Let’s get started!


Dua of seeing the new moon:

"O Allah, let this moon (month) pass over us with blessings, Iman, safety, and in the belief of Islam. Grant us the ability to act on the actions that You love and Pleases You. My Lord and Your Lord is Allah". [tirmithi-ahmad]

1. Ramadhan bln berkah, bln ibadah, bln maghfiroh, bln pelipatgandaan pahala, bln tarbiyah. Benarkah?

2. Ramadhan mnjadi tdk bermakna apa2 bila bnyk makan malam hari, senda gurau, maen mulu, petasan, tidur siang hari ..

3. Gagal ramadhan disebabkan kita tdk miliki visi-misi yg benar seperti yg disunnahkan ..

4. Visi Ramadhan adlh “persedikit makan/minum & perbanyak ibadah. Setuju?

5. Hanya dg sedikit makan & bnyk ibadah seluruh keutamaan Ramadhan akan tercapai & kita berhak dpt ampunan ..

6. Misi Ramadhan ada 10 poin. Pengen tahu?

7. Misi pertama: ta’khirussahur (mengakhirkan sahur). Sahur? Bkn makan malam or sarapan, sahur adlh terjaga di 1/3 akhir malam.

8. Sabda Rasul saw: “bangunlah pd waktu sahur, karena waktu sahur itu penuh berkah”

9. Pastikan setiap hari pd Ramadhan kita terjaga di waktu sahur u/ meraih berkah tdk sekedar makan/minum

10. Misi kdua; menyegerakan berbuka. Rasul bersabda: “ummatku senantiasa dlm kebaikan slama mereka menyegerakan berbuka puasa”

11. Sunnah bersegera berbuka sepertinya pasti dilaksanakan semua orang, tapi tahukan cara buka Rasulullah? Pasti tahu khan?

12. Beliau saw sll berbuka dg kurma 3butir trus minum air kemudian salat maghrib. Stlh maghrib? Beliau saw menanti salat isya.

13. Rasul berbuka tdk kayak kita berbuka; kurma, kolak, bakwan, & teh manis. Abis maghrib kita santap nasi dg brbg laukpauknya.

14. Seringkali kita jadikan antara maghrib&subuh sbg ajang makan/minum semata. Jelas ini tdk sesuai Sunnah Rasul.

15. Cara berbuka Rasul mensunnahkan kita u/ “memelihara” suasana lapar siang hari karena puasa pd malam hari.

16. Islam agama yg tdk merusak aplg mmbinasakan humanbeing kita, Islam agama mudah&memudahkan.

17. Sunnah berlapar2 pd malam hari dibarengi kehalalan makan minum (seperlunya) agar kita tetap sehat & kuat ibadah.

18. Ingat Visi #ramadhan33h: persedikit makan & perbanyak ibadah. Setuju?

19. Misi ketiga; qiyamullail. QL adlh rangkaian salat sunnah 2rakaat demi 2rakaat antara isya-subuh dg sekali witir ..

20. QL yg benar bkn diliat dari jumlah rakaat 8 or 20, tapi sbrp lama qiyam, ruku & sujud plus kekhusyuannya.

21. Slrh hadits ttg QL rasulullah hanya mnjelaskan bahwa QL beliau itu berlama2 saat qiyam, ruku&sujud serta betapa khusyu’ ..

22. Jml rakaat brp pun bkn mslh penting, yg penting adlh sifat QL rasulullah bisa kita laksanakan; lama&khusyu. Mau? #ramadhan33h

23. Berlebihan & berkenyang2 saat berbuka puasa sngt mengganggu kekhusyu’an dan kesanggupan berlama2 QiyamulLail ..

24. Pilihan QL sngt bnyk, silakan maksimalkan di rentang 9 jam antara isya-subuh di stiap malamnya

25. QL bisa di awal, tengah or akhir malam, boleh berjamaah or munfarid, yg penting sekali witir sblm tidur or jelang subuh ..

26. Pastikan tiap malam Ramadhan kita berQiyamulLail, karena QL adlh kembaran puasa. Puasa di siang & QL malam harinya. Slmt mencoba!

27. Misi keempat; tilawatul Quran. Ramadhan bln Quran! Rasulullah saw bersama Jibril as sll menkhatam Quran berkali2 setiap ramadhan ..

28. Yg penting baca! Blm lancar baca Quran segera belajar skrg juga! Yg sdh lancar, maka perbnyklah bacaannya min 1juz/hari.

29. Jgn tergoda dg; “ah yg penting faham bukan baca Quran!” Ketahuilah! baca adlh tuntutan & faham adlh tuntutan yg lain.

30. Jadikanlah hari2 & malam2 Ramadhan sbg hari&malam yg disenandungkan Quran dg ikhlas plus benar&baik bacaannya

31. Skali lg mmbaca Quran ibadah & mmahaminya pun ibadah. Jgn slh satu mengabaikan yg lain, amalkan keduanya.

32. Misi kelima: dzikir&do’a. Dzikir adlh simbol dekatnya hamba kpd sang Kholiq. Do’a simbol “connecting” antara keduanya.

33. Kedekatan hrs mewujud sikap hamba sll harap&takut kpd Allah dan sifat Allah yg rahman thd hambanya, itulah hakekat dzikr.

34. Keterhubungan adlh ketika hamba yg faqir sll memohon kpd Allah yg maha kaya melalui do’a tulus nan ikhlas.

35. Waktu do’a terbaik pd saat Ramadhan adlh saat jelang berbuka, tapi sebagian kita saat tsb justru sibuk dg hidangan berbuka! :(

36. Berdo’alah u/ diri, pasangan, keluarga, masyarakat & bangsa Indonesia di setiap jelang buka spanjang bln Ramadhan.

37. Kerja keras, cerdas & ikhlas yg diawali perencanaan matang serta diikuti evaluasi akurat mnjadi sempurna dg do’a ..

38. Misi keenam; zakat, infaq, shodaqoh & waqaf. Semuanya simbol berbagi dg sesama. Sejatinya Ramadhan adlh bln peduli & berbagi!!

39. Ramadhan tdk boleh menurunkan produktifitas! Ia mndongkraknya, ramadhan yg bervisi-misi mmbuat siapapun hidup dg efektifitas tinggi.

40. Spanjang Ramadhan activity sekunder & tersier pasti jarang&sulit dilakukan karena fokus pd amaliyah ramaddhan. Kita jadi hemat!

41. Hemat thd hal2 sekunder&tersier, sengaja makan sedikit, fokus ibadah mnjadikan rekening masih penuh, dompetpun masih tebal.

42. Maka shadaqah & wujud kepedulian&kedermawanan lain mnjadi mudah dibuktikan org bervisi-misi Ramadhan yg benar sesuai Sunnah Rasul.

43. Misi ketujuh; perbanyak amal sholih & ibadah sunnah lainnya. Yg dimaksud dg ‘lainnya’ adlh selain ibdh pd misi 1 s.d 6.

44. Tholabul ilmi dg baca buku islami, simak acara tv, radio, internet & socmed yg berkonten islami, hadir di majelis ilmu ..

45. Memastikan kehadiran diri pd salat berjama’ah, bakti pd ortu, jadi panitia ramadhan dan amal sholih lainnya hrs optimal.

46. Misi kedelapan; mninggalkan hal2 mubah yg tdk brmanfaat. Ramadhan saatnya kita serius, giat, sungguh2 & unjuk prestasi! Bkn santai!

47. Permainan monopoli, ulartangga, gaple, congklak, PS, petasan dan ngabuburit jauh lbh dominan dibanding amaliah ramadhan.

48. Konten acara TV yg tdk berakhlaq penuh dg lawak yg mengeksploitasi fisik bkn dialog cerdas mnambah daftar ketdkbermanfaatan.

49. Kerja produktif, unjuk prestasi, ulet, gigih, smart, sungguh2 & mmberi faidah kpd yg lain adlh keharusan spanjang Ramadhan.

50. Misi kesembilan; iktikaf. Definisinya adlh hadir di masjid dg niat taqorrub dan ibadah kpd Allah swt.

51. Iktikaf hrs di masjid jami’ yg buat jumatan. Smakin besar maka smakin afdol. Makanya masjidil Haram Mekah plg afdol u/ iktikaf.

52. Iktikaf sngt terbatas pd ruang & tdk terbatas pd waktu. Karena sunnah iktikaf spanjang taun, terutama ramadhan.

53. Sunnah iktikaf pd Ramadhan adlh di tiap harinya. Tapi yg paling afdol adlh di 10 hari terakhir siang dan malamnya pula.

54. Perempuan yg iktikaf hrs merhatiin hal2: suci, di masjid yg ada fasilitas iktikaf u/ muslimah & tdk ninggalin kwjbn utama.

55. Di tngh kesibukan beraktifitas sempatkan sesering mungkin hadir di masjid meskipun srg keluar masuk yg penting jaga niat.

56. Dg iktikaf. Jadikanlah masjid sbg tempat favorit u/ dikunjungi. & berbuatlah yg sesuai dg kesucian masjid bila di dlmnya.

57. Misi ke10; mencari Lailatul Qodar (LQ). Bila kita pd LQ terjaga & ibdh, berpahala stara dg ibdh siang malam slama 1000 bln.

58. Kpnkah LQ itu? LQ diperkirakan di malam ganjil di 10 hari terakhir ramadhan. Propabilitasnya malam 21, 23, 25, 27 & 29 ..

59. Ada pula riwayat bhw LQ itu malam2 ganjil pd 5 hari terakhir ramadhan, maka propabilitasnya malam 25, 27 & 29 ..

60. Malah bbrp shahabat, seperti ubay bin ka’ab, meyakini; “kayaknya” LQ itu malam 27 setiap ramadhan ..

61. Bagi yg amat sibuk carilah LQ pd 3 mlm ganjil t’akhir (25,27,29) & bg muslim “seperlunya” pastikan mlm 27 manteng nyari LQ.

62. Urgensi LailatulQodar lbh pd dimensi waktu yaitu ‘lailat’/’malam’. Berbeda dg iktikaf yg lbh pd dimensi ruang; masjid..

63. Berarti siapapun dan dimanapun ia berada bisa mncari LQ pd waktu yg diperkirakan yaitu malam2 ganjil di 10 mlm terakhir.

64. Bgmn nyari LQ itu? Gampang bgt! Cuma terjaga spanjang mlm yg dperkirakan s.d fajar sambil trus ibdh apa sj yg bisa&mungkin.

65. Ana ucapkan jazakumullah kpd siapa sj yg me-RT, yg meringkas & mmbroadcastnya di BBM, milis & socmed lainnya ..

66. Bagi yg mau koreksi, nambahin atau istifsar (nanya lbh lanjut) sngt dipersilakan, mohon maaf bila ada hal yg tdk berkenan.

aafreenfaiz:

Abu Umaamah (R.A.) said: I said: ‘O Messenger of Allah (saw), tell me of an action by which I may enter Paradise’. He said: ‘Take to Fasting, there is nothing like it.’ [Imam Nasai’, Ibn Hibbaan, Al-Haakim, Saheeh]

And so with His Love. Endless Love. Eternal Love.

(via abuhanifah)

anotherbengali:

Omar Suleiman

anotherbengali:

Omar Suleiman

(via abuhanifah)